Selasa, 24 Desember 2013


Kamis, 19 desember 2013
bedah skripsi: wahyudin

demokrasi: antara imam khomeini dan soekarno

            Sistem pemerintahan indonesia adalah sistem demokrasi. Yaitu sistem kekuasaan yang terletak pada tangan rakyat.  Yang selalu menjadi permasalahan di negara indonesia adalah apakah demokrasi ini sudah dijalankan secara prinsipil atau hanya sebatas teori belaka. Demokrasi merupakan sistem dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

            Kata “dari rakyat” yang terdapat dalam semboyan dapat diartikan bahwa orang yang mewakili masyarakat indonesia adalah berasal dari rakyat, yang mempunyai tujuan untuk mensejahterakan rakyat “untuk rakyat”.

            Islam dapat dipandang dari berbagai sudut pandang ideologi yang ada. Bila menurut orang sosialis, maka islam mengajarkan sosial. Ketika dilihat dari sudut pandang demokrasi, maka islam juga mengajarkan demokrasi. Islam merupakan ajaran yang sangat demokratis. Hal ini dapat dilihat dari nilai nilai islam seperti musyawarah yang juga terdapat dalam demokrasi di indonesia.

            Al-maududi salah seorang ahli tata negara mengatakan bahwa sistem demokrasi harus dijalankan dalam sebuah pemerintahan. namun dalam aplikasinya, otoritas tidak berada dalam tangan rakyat sebagaimana demokrasi. Melainkan otoritas terdapat pada tangan tuhan. Manusia yang menjalankan pemerintaha hanya sebagai penjalan hukum tuhan.

            Imam khomeini hidup masih dalam masa soekarno. Perbedaan latar belakang kedua tokoh tersebut adalah, khomeini hidup dalam lingkungan syiah yang kental sedangkan soekarno mempunyai latar belakang kehidupan kebudayaan tradisional khas jawa.

Secara pemikiran soekarno lebih rasionalis, hal ini tidak dapat dipisahkan dari berbagai bacaan soekarno semasa muda seperti buku buku karl marx. Secara teori soekarno mengikuti semboyan demokrasi dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Akan tetapi dalam aplikatifnya, dia menambahkan kata terpimpin dalam demokrasi. Demokrasi terpimpin berarti sebuah demokrasi harus mempunyai pemimpin. Dan otoritas presiden saat itu tidak ada batasnya, sehingga tidak ada kekuatan yang bisa menurunkan soekarno.

Imam khomeini tidak secara tegas mendefinisikan demokrasi. Akan tetapi dia mengatakan bahwa demokrasi adalah islam sejati. Kata kata yang dipaparkan secara singkat akan sulit dipahami, akan tetapi kata tersebut dapat di balik menjadi islam sudah sangat demokratis. Dia mengacu pada perkataan al-maududi bahwa otoritas tertinggi berada dalam tangan tuhan.

Peersamaan pemikiran antara keduanaya adalah mereka sama sama melawan musuh barat dari segi ideologi dan lain sebagainya. Mereka juga sama sama sebagai tokoh revolusi, bila khomeini terkenal dengan revolusi islam iran dengan melawan rezim pahlevi, sedangkan soekarno dikenal dengan revolusi melawan penjajahan Belanda. Dan persamaan yang lain adalah sikap berhati hati terhadap sikap barat, meskipun bacaannya adalah bacaan bacaan yang berasal dari barat.

0 komentar:

Posting Komentar