Kamis, 19 desember 2013
bedah
skripsi: wahyudin
demokrasi: antara imam khomeini dan soekarno
Sistem
pemerintahan indonesia adalah sistem demokrasi. Yaitu sistem kekuasaan yang
terletak pada tangan rakyat. Yang selalu
menjadi permasalahan di negara indonesia adalah apakah demokrasi ini sudah
dijalankan secara prinsipil atau hanya sebatas teori belaka. Demokrasi
merupakan sistem dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Kata
“dari rakyat” yang terdapat dalam semboyan dapat diartikan bahwa orang yang mewakili
masyarakat indonesia adalah berasal dari rakyat, yang mempunyai tujuan untuk
mensejahterakan rakyat “untuk rakyat”.
Islam
dapat dipandang dari berbagai sudut pandang ideologi yang ada. Bila menurut
orang sosialis, maka islam mengajarkan sosial. Ketika dilihat dari sudut
pandang demokrasi, maka islam juga mengajarkan demokrasi. Islam merupakan
ajaran yang sangat demokratis. Hal ini dapat dilihat dari nilai nilai islam
seperti musyawarah yang juga terdapat dalam demokrasi di indonesia.
Al-maududi
salah seorang ahli tata negara mengatakan bahwa sistem demokrasi harus
dijalankan dalam sebuah pemerintahan. namun dalam aplikasinya, otoritas tidak
berada dalam tangan rakyat sebagaimana demokrasi. Melainkan otoritas terdapat
pada tangan tuhan. Manusia yang menjalankan pemerintaha hanya sebagai penjalan
hukum tuhan.
Imam
khomeini hidup masih dalam masa soekarno. Perbedaan latar belakang kedua tokoh
tersebut adalah, khomeini hidup dalam lingkungan syiah yang kental sedangkan
soekarno mempunyai latar belakang kehidupan kebudayaan tradisional khas jawa.
Secara
pemikiran soekarno lebih rasionalis, hal ini tidak dapat dipisahkan dari
berbagai bacaan soekarno semasa muda seperti buku buku karl marx. Secara teori
soekarno mengikuti semboyan demokrasi dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Akan tetapi dalam aplikatifnya, dia menambahkan kata terpimpin dalam demokrasi.
Demokrasi terpimpin berarti sebuah demokrasi harus mempunyai pemimpin. Dan
otoritas presiden saat itu tidak ada batasnya, sehingga tidak ada kekuatan yang
bisa menurunkan soekarno.
Imam
khomeini tidak secara tegas mendefinisikan demokrasi. Akan tetapi dia mengatakan
bahwa demokrasi adalah islam sejati. Kata kata yang dipaparkan secara singkat
akan sulit dipahami, akan tetapi kata tersebut dapat di balik menjadi islam
sudah sangat demokratis. Dia mengacu pada perkataan al-maududi bahwa otoritas
tertinggi berada dalam tangan tuhan.
Peersamaan
pemikiran antara keduanaya adalah mereka sama sama melawan musuh barat dari
segi ideologi dan lain sebagainya. Mereka juga sama sama sebagai tokoh
revolusi, bila khomeini terkenal dengan revolusi islam iran dengan melawan
rezim pahlevi, sedangkan soekarno dikenal dengan revolusi melawan penjajahan
Belanda. Dan persamaan yang lain adalah sikap berhati hati terhadap sikap
barat, meskipun bacaannya adalah bacaan bacaan yang berasal dari barat.

0 komentar:
Posting Komentar