Senin, 23 Desember 2013



Dikisahkan seorang sarjana hendak melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Sebagaimana laiaknya test masuk perusahaan, sarjana tersebut menjalani beberapa ujian. Diantaranya adalah ujian lisan, setelah sukses menjawab beberapa pertanyaan sampailah pada pemilik perusahaan bertanya tentang e-mail. “mas punya e-mail?” karena termasuk mahasiswa yang jarang menggunakan internet, sarjana tersebut menjawab “maaf pak, saya dulu pernah punya email tapi sekarang lupa apa email dan passwordnya”. Pemilik perusahaan langsung menjawab “wah gimana ya mas, zaman sekarang tidak punya email susah mau kerja apa, yaudah sebaiknya mas buat email, kemudian 3 bulan lagi datang kesini”.

Setelah itu sang sarjana kembali pulang dengan keadaan lesu, tetapi dia tidak mau putus asa. Beberapa perusahaan menolak lamaran kerjanya lantaran belum punya email. Dengan sisa tekad mencari kerja yang halal, sarjana itu banting stir menjadi penjual sayuran di pasar. Karena insting bisnisnya dikembangkan, sarjana ini mulai berpikir untuk menjadi distributor sayur di pasar tersebut. Semakin lama berkembang dan sukses usaha tersebut, sarjana itu kemudian membangun sebuah pasar tradisional dengan konsep dan manajemen yang modern.

Singkat cerita setelah usaha bertahun tahun, sarjana tersebut menjadi pengusaha sukses dengan banyak cabang pasar modern serupa dan memiliki ratusan karyawan. Suatu hari sarjana tersebut bertemu dengan pemilik perusahaan yang dulu pernah dilamarnya, akan tetapi pemilik perusahaan tidak mengenali sarjana tersebut. Pemilik perusahaan berkata “mas yang punya perusahaan ini?”, “iya, ada yang bisa kami bantu pak?” jawab sarjana tersebut. “hmm, kami dari perusahaan Sinar Mata mau mengajukan kontrak kerjasama dalam bidang jual beli, oh iya,, sebelumnya boleh saya minta email bapak untuk mengirim berkas berkas kami?” sarjana tersebut menjawab “maaf pak, saya tidak punya email”.  Pemilik perusahaan terkejut dengan jawaban sarjana tersbut sambil berkata “mas tidak punya email aja bisa se sukses ini, apalagi mas punya email pasti akan lebih sukses”.

Sarjana tersebut tersenyum senyum sambil berkata dalm hati “pak,, pak, kalo saya dulu punya email pasti sekarang jadi pesuruh bapak”.

Pesan moral dari kisah ini adalah, jalan sukses sangatlah banyak tergantung bagaimana kita berusaha, doa dan tawakkal.

0 komentar:

Posting Komentar