Senin, 23 Desember 2013



Oleh: Sri Rahayu

Berbicara HMI tidak akan mungkin lepas dari yang namanya kader, karena kader bisa bergerak merubah keadaan system dari yang baik menjadi lebih baik atau sebaliknya. Bahkan bisa dikatakan kader sebagai penentu akan mati dan hidupnya sebuah pergerakan HMI. Akan tetapi untuk mendorong  kader agar bergerak tidaklah mudah harus membutuhkan berbagai usaha dan upaya yang harus maksimal. Maka dari itu sepatutnya kita merasa bersyukur bahwa kader HMI masih ada, sehingga HMI  masih ada bukan hanya sebuah nama organisasi  yang  hanya bisa kita kenang namun kita merasakan adanya HMI dan kita termasuk orang yang ikut andil dalam perjuangan HMI.

Melihat realita yang terjadi sekarang, khususnya di lingkungan UIN, HMI mengalami penurunan, baik dari segi kuantitas ataupun dari segi kualitas kader. dan bahkan HMI tidak menarik lagi bagi kalangan mahasiswa terbukti ketika diadakan rekrutmen kader, jarang sekali yang mau mendaftar atau hanya sekedar bertanya tentang HMI, dan bagi yang sudah menjadi kader HMI seoalah-olah tidak  menjadi menarik bagi  kader HMI untuk  berada dan melanjutkan proses perkaderan di HMI. Ini semua menjadi PR kita bersama mencari penyebab solusi terhadap masalah yang terjadi di HMI. sehingga kita bisa membuat HMI tersenyun.

Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke tempat saudara, pada waktu itu saya memakai salah satu tanda pengenal HMI yaitu baju HMI. kemudian seorang ibu yang sedang ngobrol dengan saya bertanya, apa itu HMI ? kemudian saya menjawab dengan singkat dan sederhana. HMI adalah sebuah organisasi ekstra kampus kalau di sekolah  SMP/SMA seperti kegiatan ekstrakurikuler. Selanjutnya ibu itu bertanya lagi, terus HMI itu menguntungkan atau tidak? misalnya menghasilkan uang untuk tambah-tambah uang jajan atau untuk meringankan kiriman orang tua, kalo tidak menghasilkan rugi dong gag dapat apa-apa. Setelah pertanyaan tersebut terlontar tiba-tiba anaknya menangis dan akhirnya ibu tersebut menggendong anaknya dan pergi sehingga  pertanyaan itu belum sempat saya jawab.

Sebelum tidur, entah kenapa pertanyaan seorang ibu yang belum sempat saya jawab terngiang di fikiranku, saya tersenyum sendiri dengan pertanyaan yang kemudian ditambah dengan argument seorang ibu tersebut dan mengharuskan saya untuk berfikir. Memang jika kita sadari untuk saat ini, khususnya saya pribadi. Dapat apa sih di HMI? jika kita membicarakan apa yang kita keluarkan dan apa yang kita dapatkan pasti kita akan merasa rugi untuk saat ini. Entah rugi dalam hal waktu, materi, fikiran dan tenaga. Dalam hal waktu, banyak waktu yang harus kita korbankan untuk HMI, yang seharusnya kita gunakan untuk hal lain seperti belajar, bekerja tidur, main-main, santai-santai kita meluangkan waktu untuk acara-acara HMI semisal rapat, diskusi, aksi dll.

Dalam hal uang/materi, kita jelas rugi tidak mendapat apa-apa. Bahkan kita sering mengeluarkan uang saku untuk sekedar bantingan/iuran dan untuk mensukseskan acara-acara HMI bahkan apa yang kita punya kita gadaikan demi HMI. Dan dalam hal lain seperti fikiran dan tenaga, kita di tuntut dan harus sadar bahwa kita sebagai kader punya tanggung jawab di dalam HMI. bahwa HMI mempunyai tujuan yang mulia yaitu “terbinanya mahasiswa islam menjadi insan ulil albab yang turut bertanggung jawab atas terwujudnya tatanan masyarakat yang diridhoi oleh Allah subhanahu wata’ala.” Jadi kita harus berfikir dan bertindak demi tercapainya Tujuan HMI.

            Dari baberapa jawaban yang saya fikirkan  tersebut barangkali memang kata “RUGI” yang di dapatkan. Tapi entah kenapa saya senang menjadi kader HMI. itulah kesenangan/kebahagiaan, tidak bisa di ukur dengan jasmani atau hal-hal yang bersifat Nampak akan tetapi kebahagian bersi fat ruhani dan juga tidak harus mempunyai sebuah alasan jika di pertanyakan kenapa kok senang atau suka. Dan saya meyakini di HMI ini ada namanya “berkah”, berkah disini di artikan sebagai bertambahnya kebaikan. Mungkin sekarang kita akan merasa rugi dari segi yang sudah saya sebutkan tersebut,  namun saya juga merasakan manfaatnya, minimal menjadi banyak teman yang sudah seperti keluarga sendiri, banyak kenalan tambah pengalaman dan lain-lain akan tetapi agar kita bisa menjadi kader yang di harapkan HMI dan mampu mewujudkan tujuan HMI maka sebuah niat sangat penting karena apa yang kita niatkan  maka itu yang akan kita peroleh jadi mari kita luruskan kembali niat kita berHMI yaitu untuk mencari ridho Allah SWT. Dan bagi saya di HMI ini adalah tempat kita berproses menemukan jati diri dan sabuah wadah perjuangan kita di bumi Allah jadi pertanyaan apa yang kita dapatkan di HMI? selayaknya dan seharusnya kita ubah dengan sebuah pertanyaan apa yang saya berikan untuk HMI?.

Sering sekali saya mendengarkan senior-senior di dalam sambutannyamengatakan bahwa HMI ini akan menghasilkan kader-kader pemimpin, kader-kader besar. Bagi saya seorang pemimpin atau orang besar itu tidak harus dinilai dengan sebuah jabatan besar. Akan tetapi orang besar atau pemimpin itu adalah orang yang memanfaatkan ilmunya dengan ikhlas serta bermanfaat bagi orang lain dan masih membawa nilai-nilai HMI dalam setiap aktifitasnya. seperti yang terdapat dalam pedoman HMI bahwa sikap terpenting yang harus di miliki oleh kader HMI adalah cenderung kepada kebenaran, merdeka, kritis, jujur, progresif, dan adil. Jadi HMI akan melahirkan kader-kader pemimpin apapun itu pekerjaan yang di lakoninya misalnya menjadi Pedagang yang jujur, hakim yang adil, petani yang baik, pengusaha yang baik, Dekan yang baik ketua partai yang adil dan lain-lain, yang penting nailai-nilai HMI tersebut masih melekat dalam jiwanya sehingga kader-kader HMI menjadi mentari yang selalu menyinari siapa saja yaitu bermanfaat bagi orang lain.amiin ya Allah.

 

 

0 komentar:

Posting Komentar