Oleh: Sri
Rahayu
Berbicara HMI tidak akan mungkin lepas dari yang namanya kader, karena kader
bisa bergerak merubah keadaan system dari yang baik menjadi lebih baik atau
sebaliknya. Bahkan bisa dikatakan kader sebagai penentu akan mati dan hidupnya
sebuah pergerakan HMI. Akan tetapi untuk mendorong kader agar bergerak tidaklah mudah harus
membutuhkan berbagai usaha dan upaya yang harus maksimal. Maka dari itu
sepatutnya kita merasa bersyukur bahwa kader HMI masih ada, sehingga HMI masih ada bukan hanya sebuah nama organisasi yang hanya bisa kita kenang namun kita merasakan
adanya HMI dan kita termasuk orang yang ikut andil dalam perjuangan HMI.
Melihat realita yang terjadi sekarang, khususnya di
lingkungan UIN, HMI mengalami penurunan, baik dari segi kuantitas ataupun dari
segi kualitas kader. dan bahkan HMI tidak menarik lagi bagi kalangan mahasiswa
terbukti ketika diadakan rekrutmen kader, jarang sekali yang mau mendaftar atau
hanya sekedar bertanya tentang HMI, dan bagi yang sudah menjadi kader HMI seoalah-olah
tidak menjadi menarik bagi kader HMI untuk berada dan melanjutkan proses perkaderan di
HMI. Ini semua menjadi PR kita bersama mencari penyebab solusi terhadap masalah
yang terjadi di HMI. sehingga kita bisa membuat HMI tersenyun.
Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke tempat
saudara, pada waktu itu saya memakai salah satu tanda pengenal HMI yaitu baju
HMI. kemudian seorang ibu yang sedang ngobrol dengan saya bertanya, apa itu HMI
? kemudian saya menjawab dengan singkat dan sederhana. HMI adalah sebuah
organisasi ekstra kampus kalau di sekolah SMP/SMA seperti kegiatan ekstrakurikuler.
Selanjutnya ibu itu bertanya lagi, terus HMI itu menguntungkan atau tidak?
misalnya menghasilkan uang untuk tambah-tambah uang jajan atau untuk
meringankan kiriman orang tua, kalo tidak
menghasilkan rugi dong gag dapat apa-apa. Setelah
pertanyaan tersebut terlontar tiba-tiba anaknya menangis dan akhirnya ibu
tersebut menggendong anaknya dan pergi sehingga
pertanyaan itu belum sempat saya jawab.
Sebelum tidur, entah kenapa pertanyaan seorang ibu
yang belum sempat saya jawab terngiang di fikiranku, saya tersenyum sendiri
dengan pertanyaan yang kemudian ditambah dengan argument seorang ibu tersebut
dan mengharuskan saya untuk berfikir. Memang jika kita sadari untuk saat ini,
khususnya saya pribadi. Dapat apa sih di HMI? jika kita membicarakan apa yang
kita keluarkan dan apa yang kita dapatkan pasti kita akan merasa rugi untuk
saat ini. Entah rugi dalam hal waktu, materi, fikiran dan tenaga. Dalam hal
waktu, banyak waktu yang harus kita korbankan untuk HMI, yang seharusnya kita
gunakan untuk hal lain seperti belajar, bekerja tidur, main-main, santai-santai kita meluangkan waktu untuk acara-acara HMI semisal rapat, diskusi,
aksi dll.
Dalam hal uang/materi, kita jelas rugi tidak mendapat apa-apa. Bahkan kita sering mengeluarkan uang saku untuk sekedar
bantingan/iuran dan untuk mensukseskan acara-acara HMI bahkan apa yang kita
punya kita gadaikan demi HMI. Dan dalam hal lain seperti fikiran dan tenaga,
kita di tuntut dan harus sadar bahwa kita sebagai kader punya tanggung jawab di
dalam HMI. bahwa HMI mempunyai tujuan yang mulia yaitu “terbinanya mahasiswa
islam menjadi insan ulil albab yang turut bertanggung jawab atas terwujudnya
tatanan masyarakat yang diridhoi oleh Allah subhanahu wata’ala.” Jadi kita
harus berfikir dan bertindak demi tercapainya Tujuan HMI.
Dari
baberapa jawaban yang saya fikirkan tersebut barangkali memang kata “RUGI” yang di
dapatkan. Tapi entah kenapa saya senang menjadi kader HMI. itulah kesenangan/kebahagiaan,
tidak bisa di ukur dengan jasmani atau hal-hal yang bersifat Nampak akan tetapi
kebahagian bersi fat ruhani dan juga tidak harus mempunyai
sebuah alasan jika di pertanyakan kenapa kok senang atau suka. Dan saya meyakini
di HMI ini ada namanya “berkah”, berkah disini di artikan sebagai bertambahnya kebaikan. Mungkin
sekarang kita akan merasa rugi dari segi yang sudah saya sebutkan tersebut, namun saya juga merasakan manfaatnya, minimal
menjadi banyak teman yang sudah seperti keluarga sendiri, banyak kenalan tambah
pengalaman dan lain-lain akan tetapi agar kita bisa menjadi kader yang di
harapkan HMI dan mampu mewujudkan tujuan HMI maka sebuah niat sangat penting
karena apa yang kita niatkan maka itu
yang akan kita peroleh jadi mari kita luruskan kembali niat kita berHMI yaitu
untuk mencari ridho Allah SWT. Dan bagi saya di HMI ini adalah tempat kita
berproses menemukan jati diri dan sabuah wadah perjuangan kita di bumi Allah jadi pertanyaan apa yang kita dapatkan di HMI?
selayaknya dan seharusnya kita ubah dengan sebuah pertanyaan apa yang
saya berikan untuk HMI?.
Sering sekali saya mendengarkan senior-senior di dalam
sambutannyamengatakan
bahwa HMI ini akan menghasilkan kader-kader pemimpin, kader-kader besar. Bagi
saya seorang pemimpin atau orang besar itu tidak harus dinilai dengan sebuah jabatan
besar. Akan tetapi orang besar atau pemimpin itu adalah orang yang memanfaatkan
ilmunya dengan ikhlas serta bermanfaat bagi orang lain dan masih membawa
nilai-nilai HMI dalam setiap aktifitasnya. seperti yang terdapat dalam pedoman
HMI bahwa sikap terpenting yang harus di miliki oleh kader HMI adalah cenderung
kepada kebenaran, merdeka, kritis, jujur, progresif, dan adil. Jadi HMI akan
melahirkan kader-kader pemimpin apapun itu pekerjaan yang di lakoninya misalnya
menjadi Pedagang yang jujur, hakim yang adil, petani yang baik, pengusaha yang
baik, Dekan yang baik ketua partai yang adil dan lain-lain, yang penting
nailai-nilai HMI tersebut masih melekat dalam jiwanya sehingga kader-kader HMI
menjadi mentari yang selalu menyinari siapa saja yaitu bermanfaat bagi orang
lain.amiin ya Allah.
0 komentar:
Posting Komentar