Rabu, 08 Januari 2014


Oleh    : Hairulrizal[1]

Indonesia adalah negara hukum  yang menganut sistem demokrasi, yaitu kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. Saat ini rakyat sudah mengalami krisis kepercayaan terhadap para pemimpin bangsa ini. Sebab semuanya sama saja, dilakukan proses pergantian pemimpin atau pemilu itu harapannya agar bisa menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berpikiran demokratis. Yakni pemimpin yang bisa mengayomi masyarakat dan bisa mewakili suara rakyat. Pada awalnya visi misi yang mereka sampaikan sangat ideal akan melakukan semua sesuai dengan harapan rakyat dan keinginan bersama agar terciptanya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia sesuai dengan UUD 1945 sila yang kelima.

Tetapi pada akhirnya, apa yang mereka usung dalam visi misi itu hanya sebagai alat politik mereka, yang digunakan untuk mempengaruhi dan menghegemoni masyarakat agar mau memilih mereka menjadi seorang pemimpin atau penguasa. Janji-janji itu hanya omong kosong belaka. Ketika mereka duduk sebagai pemimpin maka mereka akan melupakan rakyat. Dan demokrasi yang selalu di agung-agungkan itu hanyalah sebagai alat politik untuk melangengkan kekuasaan. Sebab kekuasaan yang sesungguhnya terjadi adalah kekuasaan milik penguasa atau pemimpin.

Sistem demokrasi itu hanyalah cita-cita ideal rakyat yang tertuang dalam teks-teks dan hanya sampai pada tataran retorika saja oleh para penguasa bangsa ini. Cita cita itu sangat sulit terjadi didalam tataran kehidupan nyata ini. Maka dari itu rakyat hari ini sangat merindukan pemimpin yang bisa mengayomi dan mendengarkan aspirasi rakyat dan bisa bekerjasama dengan rakyat dan saling mendukung antara satu sama lainnya untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Founding father bangsa indonesia sangat susah payah di dalam mendapatkan kemerdekaan. Mereka berjuang tidak mengenal lelah dan letih, bahkan sampai titik darah penghabisan demi mendapatkan indonesia merdeka. Para pejuang dulu hanya memikirkan bagaimana kemudian bangsa indonesia ini bisa merdeka.

Tetapi, ironisnya para generasi pemimpin hari ini sangatlah jauh berbeda dengan pemimpin terdahulu. Pemimpin hari ini memang tidak lagi bersusah payah untuk memikirkan dan berjuang seperti halnya orang-orang terdahulu. Tetapi biarpun kita sudah merdeka setidaknya harus bisa menghargai perjuangan mereka dengan cara tetap mempertahankan nilai-nilai luhur mereka yang harus tetap kita jaga. Seperti yang dikatakan oleh bung karno“aku titipkan bangsa ini kepada kalian”.

Pemimpin hari ini kebanyakan hanya memikirkan bagaimana agar cepat kaya dan memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan yang hak dan bukan haknya. Dengan tingkah laku pemimpin hari ini yang selalu memakan uang negara sehingga berakibat kepada kemiskinan di mana-mana, karena hampir di semua lini terjadi korupsi dalam lembaga pemerintahan seperti, pengadilan, perpajakan dll.

Dalam hal ini masyarakat harus ikut terlibat dan jeli terhadap pemimpin. Ketika memilih calon pemimpin yang nantinya akan membawa semua dan mewakili. Dalam hal ini keterlibatan semuanya sangat dibutuhkan satu sama lainnya (check and balance) artinya masyarakt juga harus menjaga dan terus mengawasi bagaiman kemudian prilaku seorang pemimpin tersebut. Apakah pemimpin ini mampu membawa masyarakat ke arah yang lebih baikdan bisa membebaskan masyarakat dari katerpurukan dan kemiskinan yang ada. Masyarakat juga tidak boleh fanatik kepada golongannya saja. Artinya masyarakat harus mampu membedakan antara mana yang baik dan mana yang buruk. Masyarakat harus bisa menilai, baik orang dalam golongannya ataupun bukan. Memilih orang yang memiliki syarat dan kriteria untuk memimpin secara ideal.



[1]PengurusHimpunanMahasiswa Islam bidangsosialmasyarakat (sosmas)

0 komentar:

Posting Komentar