Oleh :
Hairulrizal[1]
Indonesia
adalah negara hukum yang menganut sistem
demokrasi, yaitu kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. Saat ini rakyat
sudah mengalami krisis kepercayaan terhadap para pemimpin bangsa ini. Sebab
semuanya sama saja, dilakukan proses pergantian pemimpin atau pemilu itu
harapannya agar bisa menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berpikiran
demokratis. Yakni pemimpin yang bisa mengayomi masyarakat dan bisa mewakili
suara rakyat. Pada awalnya visi misi yang mereka sampaikan sangat ideal akan
melakukan semua sesuai dengan harapan rakyat dan keinginan bersama agar
terciptanya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
sesuai dengan UUD 1945 sila yang kelima.
Tetapi
pada akhirnya, apa yang mereka usung dalam visi misi itu hanya sebagai alat
politik mereka, yang digunakan untuk mempengaruhi dan menghegemoni masyarakat agar
mau memilih mereka menjadi seorang pemimpin atau penguasa. Janji-janji itu
hanya omong kosong belaka. Ketika mereka duduk sebagai pemimpin maka mereka
akan melupakan rakyat. Dan demokrasi yang selalu di agung-agungkan itu hanyalah
sebagai alat politik untuk melangengkan kekuasaan. Sebab kekuasaan yang
sesungguhnya terjadi adalah kekuasaan milik penguasa atau pemimpin.
Sistem
demokrasi itu hanyalah cita-cita ideal rakyat yang tertuang dalam teks-teks dan
hanya sampai pada tataran retorika saja oleh para penguasa bangsa ini. Cita cita
itu sangat sulit terjadi didalam tataran kehidupan nyata ini. Maka dari itu
rakyat hari ini sangat merindukan pemimpin yang bisa mengayomi dan mendengarkan
aspirasi rakyat dan bisa bekerjasama dengan rakyat dan saling mendukung antara
satu sama lainnya untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Founding
father bangsa indonesia sangat susah payah di dalam mendapatkan kemerdekaan.
Mereka berjuang tidak mengenal lelah dan letih, bahkan sampai titik darah
penghabisan demi mendapatkan indonesia merdeka. Para pejuang dulu hanya
memikirkan bagaimana kemudian bangsa indonesia ini bisa merdeka.
Tetapi,
ironisnya para generasi pemimpin hari ini sangatlah jauh berbeda dengan
pemimpin terdahulu. Pemimpin hari ini memang tidak lagi bersusah payah untuk
memikirkan dan berjuang seperti halnya orang-orang terdahulu. Tetapi biarpun
kita sudah merdeka setidaknya harus bisa menghargai perjuangan mereka dengan
cara tetap mempertahankan nilai-nilai luhur mereka yang harus tetap kita jaga.
Seperti yang dikatakan oleh bung karno“aku titipkan bangsa ini kepada kalian”.
Pemimpin
hari ini kebanyakan hanya memikirkan bagaimana agar cepat kaya dan memperkaya
diri sendiri tanpa memikirkan yang hak dan bukan haknya. Dengan tingkah laku
pemimpin hari ini yang selalu memakan uang negara sehingga berakibat kepada
kemiskinan di mana-mana, karena hampir di semua lini terjadi korupsi dalam
lembaga pemerintahan seperti, pengadilan, perpajakan dll.
Dalam
hal
ini
masyarakat
harus
ikut
terlibat
dan
jeli
terhadap
pemimpin.
Ketika
memilih
calon
pemimpin yang nantinya
akan
membawa
semua
dan
mewakili. Dalam
hal ini
keterlibatan
semuanya
sangat
dibutuhkan
satu
sama
lainnya (check and balance) artinya
masyarakt
juga
harus
menjaga
dan
terus
mengawasi
bagaiman
kemudian
prilaku
seorang
pemimpin
tersebut. Apakah
pemimpin
ini
mampu
membawa
masyarakat
ke
arah yang lebih
baikdan bisa membebaskan masyarakat dari katerpurukan dan kemiskinan yang ada.
Masyarakat
juga tidak boleh fanatik kepada golongannya saja. Artinya masyarakat harus mampu
membedakan antara mana yang baik dan mana yang buruk. Masyarakat harus bisa
menilai, baik orang dalam golongannya ataupun bukan. Memilih orang yang
memiliki syarat dan kriteria untuk memimpin secara ideal.
0 komentar:
Posting Komentar