M. Abdul
Wahab*
Di setiap
tahun, orang-orang selalu membuat resolusi. Sebenarnya asal dari aktifitas ini
belum diketahui asal muasalnya, namun beberapa media banyak mengulas tentang
resolusi setiap awal dan akhir tahun. Diperkirakan, tema tentang resolusi dan
instrospeksi selalu menjadikan rating tersendiri untuk media khususnya media
cetak karena pembacanya serasa diingatkan untuk membuat hal yang sama.
Kebanyakan
media membuat kegencaran tentang resolusi dengan targetnya berupa segmen anak
muda. Dengan penjelasan yang santai dan khas anak muda, mereka tertarik dengan ajakan
dari media untuk membuat resolusi dalam setahun ke depan. Beberapa hal yang diingatkan
oleh media adalah keinginan untuk diwujudkan di tahun depan berupa prestasi,
pendapatan, tabungan, dan lain-lain hingga perihal cinta. Sementara itu,
sedikit sekali media yang mengajak untuk berinstrospeksi.
Sayangnya,
kondisi resolusi yang dicanangkan yang demikian itu memiliki tujuan yang tidak
lebih besar daripada tujuan keberadaan anak muda itu sendiri. Di sekitar
pertengahan 2012, LSI (Lembaga Survei Indonesia) menyatakan bahwa terdapat 79% anak
muda yang tidak tertarik pada politik. Survei lain juga menyatakan bahwa dari
Kemenkes tahun 2010, sebanyak 34,7% dari seluruh penduduk Indonesia melakukan
aktifitas merokok walaupun hal tersebut kadang-kadang saja. Dari presentase
tersebut, Profil Kesehatan Kemenkes tahun 2012 menunjukkan bahwa penduduk usia
muda dari usia 15tahun-29 tahun berkisar 60 juta orang. Bukan tidak mungkin,
kalangan muda mengisi bagian yang banyak dari 34,7% penduduk yang merokok
tersebut.
Di awal Desember
2013 sendiri, Kemenkes menyelenggarakan kegiatan Pekan Kondom Nasional, dengan
mengerahkan beberapa bus di kampus-kampus yang notabene menjadi tempat
pendidikan anak muda. Dengan mengesamping nilai kegiatan tersebut positif atau
tidak, Kemenkes mencanangkan program tersebut untuk menghadapi survei mereka di
tahun 2009, dengan hasil sekitar 35,9 responden remaja memiliki teman yang
sudah melakukan seks pra nikah, bahkan 6,9 persen responden mengaku sudah
pernah melakukan seks pra nikah. Dari beberapa hal yang jelas ini, ada baiknya anak
muda mulai memikirkan hal tersebut.
Maka,
hal-hal yang bisa ditawarkan oleh penulis adalah anak muda sebaiknya berinstrospeksi
dengan mengusahakan untuk membuat resolusi baru yang berkaitan problematika di
atas. Pertama, membentuk kepedulian terhadap politik. Stigma negatif yang
selama ini ada, ada baiknya diacuhkan oleh anak muda dengan terus aktif di organisasi
apapun itu. Pepatah lama mengatakan bahwa “pemuda saat ini adalah pemimpin di
masa depan”. Maka, mengantisipasi acuh pada politik tersebut, anak muda tidak
selayaknya berdiam diri. Dengan demikian, resolusi anak muda yang pantas adalah
tahun ini harus lebih aktif berorganisasi.
Selanjutnya,
mengurangi kegiatan merokok. Video berjudul sex, lies, cigarettes, oleh
Yayasan Jantung Indonesia menunjukkan remaja atau pemuda Indonesia gemar
menikmati rokok padahal sudah diketahui bersama rokok memiliki kandungan zat
yang merugikan tubuh di kemudian hari. Resolusi sederhana adalah konsumsi rokok
tahun ini harus lebih sedikit dari tahun kemarin.
Yang
terakhir, perilaku seks bebas juga harus dijadikan resolusi tersendiri. Semakin
tahun, video perihal tersebut semakin marak dan untuk mengantisipasinya, pemuda
harus mengusahakan untuk menyadari bahwa kegiatan itu merupakan kegiatan orang
dewasa saja. Dewasa yang dimaksudkan oleh penulis adalah dewasa secara jasmani
dan rohani, karena kebanyakan seks bebas dilakukan remaja dengan asal-asalan,
tanpa pertimbangan yang wajar. Maka, resolusinya adalah tahun ini harus
menyadarkan teman atau diri sendiri untuk mengurangi seks bebas.
Masih banyak
hal lain yang harusnya menjadi titik fokus anak remaja selain resolusi pribadi
semata. Kepedulian terhadap selain diri sendiri yang dimulai dari sekarang merupakan
introspeksi untuk resolusi yang baik karena individu yang demikian adalah
individu yang dibutuhkan oleh masa depan. Penulis menyarankan, anak muda saat
ini jangan saja mengikuti arus gaya hidup yang itu-itu saja, dengan resolusi
baru serta instrospeksi penuh, anak muda harus membuat arus perubahan baru.
*M. Abdul
Wahab (Hammada Mawahab)

0 komentar:
Posting Komentar