oleh: Sri Rahayu
Kamis, 9 januari 2014 bidang perkaderan komisariat fakultas syariah dan hukum UIN Sunan Kalijaga mengadakan diskusi tentang ke-HMI an. diskusi ini diikuti 20 an kader dan pengurus komisariat fakultas Syariah dan Hukum. turut datang juga beberapa pengurus korkom UIN SUKA serta kader dan pengurus dari komisariat lain.
Sebuah
permasalahan klasik dari beberapa kader hmi sekarang adalah mereka mengikuti
organisasi HMI, akan tetapi tidak paham apa itu HMI. Banyak faktor yang
melatarbelakangi hal tersebut, diantaranya adalah kurang aktifnya kader dalam
berorganisasi dan kurangnya berdiskusi dengan senior yang masih aktif di HMI.
Kajian keHMIan menjadi sangat urgen untuk diadakan bagi para kader dan
pengurus, karena terbukti masih banyak yang belum memahami apa itu HMI.
Banyak sudah alumni HMI yang menjadi orang
sukses sekarang ini. Namun untuk hal ini jangan dijadikan sebagai acuan untuk
mengikuti organisasi., jangan pula menjadi bangga karena mereka. namun hal ini
cukup dijadikan penambah ghiroh untuk lebih ber-HMI. Jumlah perkembangan
kuantitas kader tidak diiringi dengan bertambahnya kualitas, yang menyebabkan
membludaknya kader HMI yang tidak bisa apa apa.
Diskusi
yang di isi oleh yunda Sri Rahayu kali ini lebih mengedepankan untuk memotivasi
kader untuk berbuat lebih dalam ber-HMI. Dengan mebaca buku buku sejarah
misalnya, dan membaca ulang konstitusi untuk lebih memahami apa itu HMI. Selain
itu, dijelaskan beberapa sejarah HMI mulai dari berdirinya sampai sekarang.
Diadakannya
diskusi ke-HMI an menjadi kontribusi yang sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan kader dalam ber-HMI, juga meningkatkan wacana yang berkembang dalam HMI. selain itu motivasi untuk terus membaca sejarah dan konstitusi otomatis akan naik seiring dengan tumbuhnya ghiroh untuk ber-HMI.

0 komentar:
Posting Komentar