Apa
yang dibanggakan dari HMI sekarang?. HMI (MPO) sering dibesarkan oleh para
senior dengan tradisi intelektualnya. Namun jika dibandingkan dengan organisasi
lain saya rasa HMI sudah tidak menjadi wadah para kaum Intelektual lagi. Lalu
apa yang dapat dibanggakan?. Seharusnya kader jangan terjebak dengan perkataan
atau doktrin yang diberikan oleh para senior. Jikapun harus terjebak, itu seharusnya menjadi
motivasi kader untuk selalu mengadakan kajian-kajian. Jangan hanya membanggakan
saja.
Jika
dibandingkan dengan organisasi-organisasi lain, dalam masalah politik kita
kalah dengan teman-teman Himpuanan tentangga kita. Dalam masalah ke-Islam-an
kita kalah dengan teman-teman Kesatuan Aksi. Masalah solideritas kita kalah dengan
teman-teman Pergerakan. Lalu apa yang dapat kita banggakan?. Kita harus melihat
sesuatu yang diatas kita saat ini untuk
terus berproses berbuat yang lebih baik lagi. Jangan malah sebaliknya melihat yang
mereka berada dibawah, sehingga cepat berpuas diri dengan apa yang sudah kita lakukakn.
Tentu
ada yang salah dalam paradigma berpikir kita. Perkaderan harus dimaknai sebagai
sebuah proses untuk menuju sesuatu yang lebih baik. Memang benar salah satu
fungsi dari terjadinya perkaderan adalah untuk meneruskan perjuangan ber-HMI,
namun yang dirasa sekarang kita hanya berhenti pada dataran penyelenggaran
Latihan Kader 1 (LK 1) tanpa melakukan hal lainnya.
Kita
sering mengatakan bahwa seharusnya umat islam tidak terjebak dalam romantisme
sejarah kebesaran umat islam dimasa lalu sehingga melupakan hal yang harus
dilakukan saat ini. Begitupun sebagai anggota HMI kita tidak boleh terjebak
dalam romantisme sejarah yang begitu panjang dan luar biasa.
HMI
sekarang masih berkutat pada masalah internal HMI sendiri. Bahkan diperparah
lagi dengan masalah individu-individu kader HMI. Jika melihat tujuan dari HMI,
maka didapatkan 2 (dua) tujuan HMI, yaitu; membentuk mahasiswa menjadi insan
ulil albab dan membentuk tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT. Jelas
disini, bahwa tujuan HMI bukan hanya untuk Mahasiswa tetapi untuk masyarakat
juga.
Mari
buat paradiga baru dalam ber-HMI. Paradigma yang harus merasa bahwa HMI itu
merupakan sesuatu yang tidak sempurna, sehingga harus terus berproses menuju
penyempurnaan.
*
Kader Syariah dan Hukum UIN SUKA

0 komentar:
Posting Komentar