Minggu, 16 Februari 2014

 
Oleh: M. Adil Muktafa*

Apa yang dibanggakan dari HMI sekarang?. HMI (MPO) sering dibesarkan oleh para senior dengan tradisi intelektualnya. Namun jika dibandingkan dengan organisasi lain saya rasa HMI sudah tidak menjadi wadah para kaum Intelektual lagi. Lalu apa yang dapat dibanggakan?. Seharusnya kader jangan terjebak dengan perkataan atau doktrin yang diberikan oleh para senior.  Jikapun  harus terjebak, itu seharusnya menjadi motivasi kader untuk selalu mengadakan kajian-kajian. Jangan hanya membanggakan saja.

Jika dibandingkan dengan organisasi-organisasi lain, dalam masalah politik kita kalah dengan teman-teman Himpuanan tentangga kita. Dalam masalah ke-Islam-an kita kalah dengan teman-teman Kesatuan Aksi. Masalah solideritas kita kalah dengan teman-teman Pergerakan. Lalu apa yang dapat kita banggakan?. Kita harus melihat sesuatu yang diatas  kita saat ini untuk terus berproses berbuat yang lebih baik lagi. Jangan malah sebaliknya melihat yang mereka berada dibawah, sehingga cepat berpuas diri dengan apa yang sudah kita lakukakn.

Tentu ada yang salah dalam paradigma berpikir kita. Perkaderan harus dimaknai sebagai sebuah proses untuk menuju sesuatu yang lebih baik. Memang benar salah satu fungsi dari terjadinya perkaderan adalah untuk meneruskan perjuangan ber-HMI, namun yang dirasa sekarang kita hanya berhenti pada dataran penyelenggaran Latihan Kader 1 (LK 1) tanpa melakukan hal lainnya.

Kita sering mengatakan bahwa seharusnya umat islam tidak terjebak dalam romantisme sejarah kebesaran umat islam dimasa lalu sehingga melupakan hal yang harus dilakukan saat ini. Begitupun sebagai anggota HMI kita tidak boleh terjebak dalam romantisme sejarah yang begitu panjang dan luar biasa.

HMI sekarang masih berkutat pada masalah internal HMI sendiri. Bahkan diperparah lagi dengan masalah individu-individu kader HMI. Jika melihat tujuan dari HMI, maka didapatkan 2 (dua) tujuan HMI, yaitu; membentuk mahasiswa menjadi insan ulil albab dan membentuk tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT. Jelas disini, bahwa tujuan HMI bukan hanya untuk Mahasiswa tetapi untuk masyarakat juga.

Mari buat paradiga baru dalam ber-HMI. Paradigma yang harus merasa bahwa HMI itu merupakan sesuatu yang tidak sempurna, sehingga harus terus berproses menuju penyempurnaan.

* Kader Syariah dan Hukum UIN SUKA






[1] Khusus untuk wilayah syariah dan hukum

0 komentar:

Posting Komentar